Senin, 14 Mei 2012

Metodologi Penelitian Pendidikan


STUDI PENDAHULUAN
MAKALAH
Dibuat dan Dipersentasikan Sebagai Salah Satu Tugas Kelompok Pada  Mata Kuliah
Metodologi Penelitian Pendidikan

Dosen
Mulyawan S. Nugraha, M.Ag,M.Pd

Oleh :
1.      Karina Noviyanti
2.      Fitrianingsih Fauziah
3.      Andri Eriyantara

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) SUKABUMI
2011 M / 1433 H
KATA PENGANTAR
 

Bismillahirahmanirrahim,
Segala puji hanya untuk Allah, Tuhan seru sekalian alam. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, Rasulullah terakhir yang diutus dengan membawa syari’ah yang mudah, penuh rahmat, dan membawa keselamatan dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Makalah berjudul Studi Pendahuluan ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok pada mata kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan. Kami telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang ada agar makalah ini dapat tersusun sesuai harapan.
Sesuai dengan fitrahnya, manusia diciptakan Allah sebagai makhluk yang tak luput dari kesalahan dan kekhilafan, maka dalam makalah yang kami susun ini pun belum mencapai tahap kesempurnaan.
Kami sampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu dalam proses penyelesaian makalah ini, khususnya kepada Bapak Mulyawan S. Nugraha, M.Ag,M.Pd, yang telah memberikan tugas makalah ini. Dan umumnya kepada rekan-rekan yang telah memberikan motivasi dalam bentuk moril maupun materiil.
Mudah-mudahan makalah ini dapat memberikan manfaat, dan semoga amal ibadah serta kerja keras kita, senantiasa mendapat ridho dan ampunan dari-Nya. Amin.


                                                                                    Sukabumi,  April 2012
                                                                       
Penulis
DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR .....................................................................................      i
DAFTAR ISI .....................................................................................................     ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah....................................................................     1
B.     Rumusan Masalah .............................................................................     2
C.     Tujuan................................................................................................     2

BAB II PEMBAHASAN
A.    Riwayat Hidup dan Pemikiraan Sayid Ahmad Khan .......................     3           
B.  Riwayat Hidup dan Pemikiran Sayid Amir Ali ................................     7
BAB III KESIMPULAN...................................................................................   11
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................   12







BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Masalah adalah bentuk penyimpangan antara apa yang direncanakan atau apa yang diharapkan tetapi berbeda dengan pelaksanaannya. Ada juga yang berpendapat adanya kesenjangan antar teori dan praktek.
Masalah terjadi karena:
      Terdapat perbedaan teori dan praktek;
      Pengaduan;
      Kompetisi;
      Penyimpangan antara rencana dan kenyataan atau antara pengalaman dan kenyataan.
Tapi di sini penulis tidak akan menjelaskan lebih jauh tentang masalah penelitian. Di dalam penelitian, setelah mengetahui masalah maka langkah selanjutnya adalah mengadakan studi pendahuluan.
Dalam makalah ini penulis akan memaparkan pengertian, alasan, cara dan manfaat dari studi pendahuluan.

B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang kami bahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Apa pengertian studi pendahuluan?
2.      Jelaskan alasan diadakannya studi pendahuluan?
3.      Jelaskan cara mengadakan studi pendahuluan?
4.      Sebutkan langkah awal dalam penelitian?
5.      Sebutkan manfaat studi pendahuluan?


C.    Tujuan
Adapun tujuan makalah ini adalah agar para mahasiswa diharapkan dapat:
1.      Menjelaskan pengertian studi pendahuluan.
2.      Menjelaskan alasan diadakannya studi pendahuluan.
3.      Menjelaskan cara mengadakan studi pendahuluan.
4.      Menyebutkan langkah awal dalam penelitian.
5.      Menyebutkan manfaat studi pendahuluan.
















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Studi Pendahuluan
Studi pendahuluan diambil dari dua kata yang berbeda, yaitu studi dan pendahuluan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, studi berarti penelitian ilmiah, kajian, telaahan. Sedangkan pendahuluan berarti sesuatu yang mula-mula dilakukan.
Studi pendahuluan merupakan salah satu langkah yang dilaksanakan jika kita menginginkan dan melihat variabel, populasi atau sampel yang ingin diteliti dengan asumsi data yang ada belum memenuhi untuk kepentingan penelitian. Namun, menurut pendapat lain bahwa studi pendahuluan adalah kegiatan awal yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan sejumlah informasi tentang obyek dan subyek penelitian sebelum melakukan penelitian.
Studi pendahuluan merupakan studi yang dilakukan untuk mempertajam arah studi utama. Studi pendahuluan dilakukan karena kelayakan penelitian berkenaan dengan prosedur penelitian dan hal lainnya masih belum jelas. Studi pendahuluan bisa saja mengubah arah penelitian yang telah disusun di dalam proposal. Dengan demikian, studi pendahuluan bisa saja menghasilkan perubahan prosedur penelitian, meningkatkan pengukuran, meningkatkan kepercayaan asumsi, dan desain yang lebih mantap dari studi utama. Studi pendahuluan tak jarang merupakan miniatur dari studi utama. Tak jarang studi pendahuluan pun menguji sejumlah instrumen yang akan digunakan dalam studi utama.
Dengan telah mengadakan studi pendahuluan, maka boleh jadi dapat dihemat banyak tenaga dan biaya di samping bagi calon peneliti tersebut menjadi lebih terbuka matanya, menjadi lebih jelas permasalahannya. Studi pendahuluan berguna untuk menjajaki keadaan lapangan, masalah apakah kiranya yang layak dan penting untuk diteliti. Studi lapangan bersifat anjuran sebelum mengadakan penelitian, baik untuk penelitian kuantitatif maupun kualitatif.
Studi pendahuluan yang sering dilakukan pada penelitian adalah survey. Survey merupakan satu jenis penelitian yang banyak dilakukan oleh peneliti dalam bidang sosiologi, bisnis, politik, pemerintahan dan pendidikan. Penelitian survey yang terkenal adalah dengan The Gallup Poll yang dimaksudkan untuk mengetahui pendapat masyarakat. Sebagai contoh misalnya penelitian yang dilakukan oleh seorang pengusaha batu baterai yang mengamati semua faktur penjualan satu tahun.
Informasi yang diperoleh dari penelitian survey dapat dikumpulkan dari seluruh populasi yang dalam penelitian disebut sensus, dan dapat pula hanya sebagian dari populasi yang dalam penelitian disebut sampel.
Menurut pendapat Donald Ary, dkk (1985) survey dapat dilakukan untuk sesuatu hal data yang sifatnya nyata (tangible) misalnya berapa banyak siswa yang pergi sekolah dengan bersepeda. Data dari penelitian tangible ini bersifat nyata, dapat diamati secara langsung. Penelitian nyata dapat juga dilakukan terhadap populasi sehingga disebut dengan istilah sensus nyata.
Berlawanan dari sensus nyata  (a census of tangibles) adalah sensus untuk hal-hal yang tidak dapat diamati dengan mata secara langsung misalnya, penelitian tentang minat siswa terhadap pelajaran keterampilan dan sebagainya. Survey jenis jika pengumpulan datanya dilakukan kepada seluruh populasi disuatu sekolah dikenal dengan istilah sensus data tidak nyata (a census of in tangibles). Oleh karena data yang dikumpulkan tidak nyata maka penelitian ini lebih sulit dilaksanakan dibandingkan dengan sensus nyata. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yang terkumpul dapat dipercaya.
Menurut Donald Ary, di sekolah banyak dilakukan sensus untuk data-data tidak nyata seperti pengukuran hasil belajar. Manfaat dari sensus intangibles lebih banyak dibandingkan dengan sensus tangibles.

B.     Alasan Diadakannya Studi Pendahuluan
Studi pendahuluan diadakan dengan beberapa alasan yaitu:
1.      Melihat proporsi kasus yang akan diteliti;
2.      Menentukan besar sampel penelitian;
3.      Melakukan uji validitas instrumen;
4.      Melakukan uji reliabilitas instrumen jika instrumen dalam bentuk kuesioner;
5.      Menentukan populasi sasaran.
Studi pendahuluan merupakan salah satu aktivitas atau kegiatan persiapan yang dilakukan oleh seorang peneliti, dengan tujuan untuk menentukan objek dan subjek penelitian yang tepat, yang sesuai dengan tema penelitian yang menjadi fokus kajian peneliti, berikut penjelasan dari keduanya:
·         Objek Penelitian, berkaitan dengan variabel-variabel yang dipilih oleh peneliti, baik variabel masalah, maupun variabel-variabel yang diduga merupakan variabel yang mempengaruhi variabel masalah. Dengan demikian, penentuan variabel-variabel penelitian melalui studi pendahuluan merupakan salah satu upaya dari peneliti untuk memilih variabel-variabel yang tepat, yang secara empirik merupakan variabel masalah dan variabel penyebab yang determinan, yang mempengaruhi variabel masalah. Hal ini berarti bahwa untuk melakukan penelitian atau memperoleh hasil penelitian yang berkualitas, bermanfaat dan bermakna, maka seorang peneliti tidak cukup hanya berdasarkan pada teori-teori saja dalam menentukan variabel-variabel penelitiannya, karena belum tentu variabel-variabel yang dipilih berdasarkan teori-teori tadi, merupakan variabel yang sesuai secara empirik perlu untuk diteliti. Oleh karena itu sangatlah dianjurkan apabila seorang peneliti dalam menentukan judul penelitiannya, melakukan studi pendahuluan di samping melakukan kajian teori.
·         Subjek Penelitian, berkaitan dengan responden. Memilih responden yang tepat merupakan satu keharusan untuk memperoleh data/informasi yang memiliki tingkat akurasi dan presisi yang tinggi. Oleh karena itu peneliti harus menetapkan responden yang reliabel (terpercaya) dalam memberikan data/informasi yang dibutuhkan untuk menjelaskan permasalahan yang diteliti. Memilih responden yang terpercaya antara lain dilakukan dengan mengkaji karakteristik-karakteristik yang melekat pada responden tersebut, misalnya tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, jenis keahlian yang dimiliki, jenis kelamin, dan lain sebagainya. Karakteristik-karakteristik yang melekat pada responden tersebut kemudian disesuaikan dengan kebutuhan akan data/informasi yang akan digunakan untuk menjelaskan masalah/variabel yang dikaji.

C.    Cara Mengadakan Studi Pendahuluan
Cara mengadakan studi pendahuluan, seperti teori pengumpulan data pada umumnya, maka sumber pengumpulan informasi untuk mengadakan studi pendahuluan ini dapat dilakukan pada tiga objek. Yang dimaksud dengan objek di sini adalah apa yang harus dihubungi, dilihat, diteliti atau dikunjungi yang kira-kira akan memberikan informasi tentang data yang akan dikumpulkan. Ketiga objek tersebut ada yang berupa tulisan-tulisan dalam kertas (paper), manusia (person), atau tempat (place). Oleh karena dinyatakan dalam kata bahasa Inggris, untuk lebih mudahnya mengingat, disingkat dengan 3P.
6.      Paper, yaitu berupa dokumen, buku-buku, majalah atau bahan tertulis lainnya, baik berupa teori, laporan penelitian atau penemuan sebelumnya (findings). Studi ini juga disebut kepustakaan atau literatur studi.
7.      Person, seperti bertemu, bertanya, dan berkonsultasi dengan para ahli atau manusia sumber.
8.      Place, contohnya tempat, lokasi, atau benda-benda yang terdapat di tempat penelitian. Seseorang yang berhasrat besar untuk mengadakan penelitian ke daerah pedalaman, mungkin mengurungkan niatnya setelah mengadakan penelitian pendahuluan, karena ternyata daerah yang akan dikunjungi terlalu sulit untuk dicapai sehingga tidak akan seimbang antara biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang akan dicapai. Studi pendahuluan juga disebut pilot studi atau preliminary studi.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan, cara mengadakan studi pendahuluan itu ada tiga macam cara, yaitu:
§  Dengan membaca literatur, baik teori maupun penemuan dari hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diteliti.
§  Dengan mendatangi ahli-ahli atau manusia sumber untuk berkonsultasi dan bertanya untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan.
§  Dengan mengadakan peninjauan ke tempat atau lokasi penelitian untuk melihat benda atau peristiwa untuk mengumpulkan data-data yang dianggap penting.
Menurut pendapat lain, ada beberapa cara dalam melakukan studi pendahuluan, yang  terbagi menjadi empat bagian yaitu:
1.      Kajian Teoritis
Hubungan antara teori dan riset:

 









Proses terbentuknya teori:



 












Fungsi teori dalam penelitian terbagi tiga macam, yaitu :
    Sebagai penjelas;
    Sebagai prediksi; dan
    Sebagai pengontrol.
2.      Penelitian Empiris
Penelitian empirik dapat dipergunakan untuk:
a)      Mengetahui kekurangan-kekurangan penelitian sebelumnya.
b)      Mengetahui apa yang telah dihasilkan dari penelitian sebelumnya.
c)      Mengetahui perbedaan dengan penelitian sebelumnya.
Penyajian penelitian empiris dalam laporan penelitian terbagi kepada bentuk paragraf dan matrik.
3.      Penelitian Kecil (Small Research)
Penelitian kecil dilakukan dengan melakukan penelitian dengan mengambil sampel kecil untuk memperoleh gambaran tentang apa yang akan kita teliti.
4.      Konsultasi
Cara ini dilakukan dengan cara bertemu dan meminta informasi tentang apa yang akan kita teliti kepada orang-orang yang dianggap ahli dalam bidangnya. Keberhasilan teknik ini akan sangat tergantung kepada ketepatan peneliti dalam memilih narasumber. Teknik ini sangat cocok jika peneliti memiliki keterbatasan dalam hal waktu dan biaya.

D.    Langkah Awal Penelitian
1.      Sumber Penting
Pada bagian ini merupakan suatu gambaran singkat mengenai desain penelitian yang dimaksudkan untuk menutupi dasar-dasar merancang dan melaksanakan kajian ilmiah. Meskipun bagian ini akan membahas setiap langkah dari proses penelitian, hal ini tidak berarti lengkap dan tidak ada pengganti untuk tingkat perguruan tinggi mengenai metodologi penelitian, juga bukan pengganti untuk penasihat penelitian yang berpengalaman. Ini adalah salah satu sumber utama yang digunakan untuk panduan ini dan memberikan deskripsi tentang berbagai bagian dari proses, termasuk contoh-contoh untuk menyederhanakan konsep yang kompleks.
2.      Memilih Sebuah Topik
Bagi Peneliti, memilih topik untuk sebuah proyek penelitian sangat penting untuk mempertimbangkan ruang lingkup penelitian. Dalam topik penelitian yang lebih luas, setiap peneliti harus mulai membatasi ruang lingkup menjadi beberapa subtopik yang kekhususan lebih besar dan detail. Misalnya, seorang peneliti mungkin tertarik dalam "pengaruh media audio visual terhadap prestasi belajar siswa kelas V di SDN Ceiseureuh.” Hal ini bertujuan untuk membatasi penelitian agar tidak terlalu luas, dan menjaga agar akurasi data tetap terjaga.
3.      Relevansi dan Spesifisitas
Setelah peneliti membatasi ruang lingkup menjadi beberapa subtopik yang kekhususan lebih besar dan detail, langkah berikutnya adalah untuk mempertimbangkan relevansi penelitian. Penelitian ilmiah dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, tidak hanya untuk kepuasan pribadi seorang peneliti tunggal. Apapun pertanyaan peneliti menetapkan untuk memecahkan harus memiliki beberapa implikasi menguntungkan. Dengan pemikiran ini, peneliti dapat terus mempersempit fokus studi ke wilayah yang dapat ditangani sebagai data tunggal. Data tunggal yang di maksud adalah dari data-data yang telah di peroleh kemudian diseleksi dan di ambil yang paling akurat. Sebagai contoh, sekarang peneliti telah memilih “Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Prestasi Belajar Siswa Di Sekolah Dasar,” yang topik dapat lebih difokuskan untuk menjadi tentang “Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas V di SDN Ciseureuh.”
4.      Tinjauan Literatur
Salah satu tugas penting ketika melakukan studi penelitian ini adalah untuk meninjau literatur yang ada pada topik dan menggunakannya untuk menginformasikan pembuatan studi Anda sendiri. Review studi harus dilakukan pada awal proses penelitian, langsung setelah Anda memilih topik. review studi bisa membawa kejelasan dan fokus dengan masalah penelitian Anda dan memperluas basis pengetahuan Anda dalam daerah penelitian Anda. Di samping itu, penelitian masa lalu dapat meningkatkan metodologi Anda dan membantu Anda untuk mengontekstualisasikan temuan Anda. Tinjauan literatur sangat penting karena tanggung jawab yang penting dalam penelitian ini adalah untuk menambah isi pengetahuan dan untuk membandingkan temuan-temuan Anda dengan orang lain. Pencarian literatur di bidang yang Anda minati, review studi yang dipilih, dan mengembangkan teori kerangka kerja untuk studi Anda sendiri. Bagi peneliti mengejar penelitian tentang Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas V di SDN Ciseureuh dapat digunakan sebagai titik awal.
5.      Studi Kualitatif dan Kuantitatif
Tidak semua proyek penelitian membutuhkan langkah-langkah studi penelitian Beberapa hanya melibatkan mengamati hasil dari peristiwa di lapangan dan penarikan kesimpulan berdasarkan kerangka teori. Orang lain mungkin melibatkan menganalisis data dari instansi atau lembaga lain, menggunakan statistik dan penalaran untuk menemukan pola-pola yang mungkin implikasi penting. Namun, banyak peneliti melibatkan kontak langsung dengan peserta, dengan menggunakan definisi dari sebuah fenomena dioperasionalkan. penelitian ini membutuhkan langkah-langkah yang dirancang dengan baik untuk bisa dianggap sah. Ada dua kategori besar penelitian: kuantitatif dan kualitatif. Sebuah studi diklasifikasikan sebagai kualitatif jika tujuan ini terutama untuk menggambarkan situasi, fenomena, masalah atau peristiwa, informasi yang dikumpulkan melalui penggunaan variabel atau diukur pada skala pengukuran kualitatif, dan jika analisis dilakukan untuk menetapkan variasi dalam situasi atau masalah tanpa mengukur itu. studi kualitatif cenderung lebih mendalam, dengan fokus pada populasi yang lebih kecil tetapi menyelidiki lebih dalam soal yang diberikan. Penelitian ini sering dikaitkan dengan kelompok fokus, wawancara atau survei dan berusaha untuk menjawab terbuka pertanyaan. Di sisi lain, penelitian kuantitatif sering menggunakan ukuran standar, nilai numerik, memiliki ukuran sampel yang lebih besar, dan menganalisa data menggunakan program statistik. Sebuah studi diklasifikasikan sebagai kuantitatif jika peneliti berupaya untuk mengkuantifikasi variasi fenomena dan jika informasi yang dikumpulkan menggunakan variabel kuantitatif.
6.      Hipotesa
Hipotesis adalah penjelasan disarankan untuk diamati hubungan prediksi tentang hubungan antara beberapa variabel. Setiap proyek penelitian didasarkan pada suatu hipotesis, yang umumnya dimulai dengan pertanyaan yang spesifik. Misalnya, “dengan di terapkannya media audio visual dalam proses pembelajaran, akan meningkatkan prestasi belajar peserta didik?” Pertanyaan ini cukup spesifik untuk ditangani oleh sebuah proyek riset. Hipotesis adalah pernyataan yang layak karena jelas dan dapat diukur dan dianalisis secara obyektif.
E.     Manfaat Studi Pendahuluan
William Asher (1976:216) berkata : “If man is not aware of what has been learned in history, it is said he is bound to repeat the experiences.” Memang benar apa yang dikatakan olehnya. Masalah-masalah pendidikan yang kita dapati sekarang ini bukan seluruhnya masalah baru, atau bahkan boleh dikatakan masalah-masalah yang lama sering muncul kembali dalam keunikan yang lain.
Sangat besar manfaatnya bagi calon peneliti untuk menelusuri lebih jauh apa yang akan dipermasalahkan.
Prof. Dr. Winarno Surakhmad (2000:97), menyebutkan tentang studi pendahuluan ini dengan eksploratoris sebagai dua langkah, dan perbedaan antara langkah pertama dan langkah kedua ini adalah penemuan dan pengalaman. Memilih masalah adalah mendalami masalah itu, sehingga harus dilakukan secara sistematis dan intensif.
Di dalam mengadakan studi pendahuluan mungkin diketemukan bahwa orang lain sudah berhasil memecahkan masalah yang ia ajukan sehingga tidak ada gunanya ia bersusah payah menyelidiki. Mungkin juga ia mengetahui hal-hal yang relevan dengan masalahnya sehingga memperkuat keinginannya untuk meneliti karena justru orang lain juga masih mempermasalahkan. Apabil aada orang lain yang menyelidiki masalah yang hampir sama atau belum terjawab permasalahannya, calon peneliti dapat mengetahui metode apa yang digunakan, hasil apa yang telah dicapai, bagian mana dari penelitian itu yang belum terselesaikan, faktor-faktor apa yang mendukung dan hambatan apa yang telah diambil untuk mengatasi hambatan penelitiannya.
Dengan mengadakan studi pendahuluan, maka boleh jadi dapat dihemat banyak tenaga dan biaya, di samping bagi calon peneliti tersebut menjadi lebih terbuka matanya, menjadi lebih jelas permasalahannya.
Selanjutnya oleh Prof. Dr. Winarno dikatakan bahwa setelah studi eksploratoris ini peneliti menjadi jelas terhadap masalah yang dihadapi, dari aspek historis, hubungannya dengan ilmu yang lebih luas, situasi dewasa ini dan kemungkinan-kemungkinan yang akan datang dan lain-lainnya.
Manfaat studi pendahuluan lebih ringkas sebagai berikut :
1.        Memperjelas masalah.
2.        Menjajagi kemungkinan dilanjutkannya penelitian.
3.        Mengetahui dengan pasti apa yang akan diteliti.
4.        Mengetahui di mana atau kepada siapa informasi dapat diperoleh.
5.        Mengetahui bagaimana cara memperoleh data atau informasi.
6.        Dapat menentukan cara yang tepat untuk menganalisis data.
7.        Mengetahui bagaimana harus mengambil kesimpulan serta memanfaatkan hasil.
8.        Mengetahui apa yang sudah dihasilkan orang lain bagi penelitian yang serupa dan bagian mana dari permasalahan yang belum terpecahkan.










BAB III
PENUTUPAN

Studi pendahuluan adalah kegiatan awal yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumnpulkan sejumlah informasi tentang obyek dan subyek penelitian sebelum melakukan penelitian.
Dengan telah mengadakan studi pendahuluan, maka boleh jadi dapat dihemat banyak tenaga dan biaya di samping bagi calon peneliti tersebut menjadi lebih terbuka matanya, menjadi lebih jelas permasalahannya.
Cara mengadakan studi pendahuluan, seperti teori pengumpulan data pada umumnya, maka sumber pengumpulan informasi untuk mengadakan studi pendahuluan ini dapat dilakukan pada tiga objek.
Yang dimaksud dengan objek di sini adalah apa yang harus dihubungi, dilihat, diteliti atau dikunjungi yang kira-kira akan memberikan informasi tentang data yang akan dikumpulkan. Ketiga objek tersebut ada yang berupa tulisan-tulisan dalam kertas (paper), manusia (person), atau tempat (place). Oleh karena dinyatakan dalam kata bahasa Inggris, untuk lebih mudahnya mengingat, disingkat dengan 3P.














DAFTAR PUSTAKA


DR. Husaini Usman, M.Pd dan Purnomo Setiady Akbar, M.Pd, Metodologi Penelitian Sosial, Bumi Aksara, Jakarta; 1996
Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Edisi Revisi IV, Rineka Cipta, Jakarta, hal. 36-37; 1998
Arikunto, Suharismi, Prof. Dr, Manajemen Penelitian, PT. Rineka Cipta, Jakarta; 2005
Arikunto, Suharismi, Prof. Dr, Prosedur Penelitin Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2006
Arikunto, Suharismi. Prof. Dr. Prosedur Penelitin Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2010
http://nilaieka.blogspot.com/2009/03/langkah-ke-2-studi-pendahuluan.html





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar